Lumba-lumba memiliki indra pendengaran jauh lebih tajam daripada manusia, mereka dapat mendengar dg frekuensi jauh lebih luas. Manusia mendengar suara dari 20 Hz hingga 20 KHz sedangkan lumba-lumba dapat mendengar 20Hz sampai 150 KHz. Ini berarti lumba-lumba dapat mendengar tujuh kali lebih baik daripada manusia.
Suara berfrekuensi tinggi tidak berarti mamppu menghantarkan suara jauh di dalam air. Karena ini memiliki panjang gelombang lebih panjang dan energi lebih besar. Suara berfrekuensi lebih rendah mampu menghantarkan lebih jauh. Karenanya paus yg sering berkomunikasi dg suara berfrekuensi rendah mampu berkomunikasi dg jarak lebih jauh (bahkan ratusan kilometer jauhnya!) dibandingkan lumba-lumba yg biasanya berkomunikasi dg frekuensi tinggi.
Kelelawar dapat mengeluarkan dan menerima gelombang ultrasonik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz pada saat ia terbang. Gelombang yang dikeluarkan akan dipantulkan kembali oleh objek yang akan dilewatinya dan diterima oleh receiver alat penerima yang berada di tubuh kelelawar. Kemampuan kelelawar untuk menentukan lokasi ini disebut dengan ekolokasi. Pada saat terbang dan berburu, kelelawar akan mengeluarkan bunyi yang frekuensinya tinggi, kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar hanya akan terfokus pada suara yang dipancarkannya sendiri. Rentang frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini terbatas, sehingga kelelawar harus mampu menghindari efek Doppler yang muncul.
Lumba-lumba memiliki indra pendengaran jauh lebih tajam daripada manusia, mereka dapat mendengar dg frekuensi jauh lebih luas. Manusia mendengar suara dari 20 Hz hingga 20 KHz sedangkan lumba-lumba dapat mendengar 20Hz sampai 150 KHz. Ini berarti lumba-lumba dapat mendengar tujuh kali lebih baik daripada manusia.
Suara berfrekuensi tinggi tidak berarti mamppu menghantarkan suara jauh di dalam air. Karena ini memiliki panjang gelombang lebih panjang dan energi lebih besar. Suara berfrekuensi lebih rendah mampu menghantarkan lebih jauh. Karenanya paus yg sering berkomunikasi dg suara berfrekuensi rendah mampu berkomunikasi dg jarak lebih jauh (bahkan ratusan kilometer jauhnya!) dibandingkan lumba-lumba yg biasanya berkomunikasi dg frekuensi tinggi.
Kelelawar dapat mengeluarkan dan menerima gelombang ultrasonik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz pada saat ia terbang. Gelombang yang dikeluarkan akan dipantulkan kembali oleh objek yang akan dilewatinya dan diterima oleh receiver alat penerima yang berada di tubuh kelelawar. Kemampuan kelelawar untuk menentukan lokasi ini disebut dengan ekolokasi. Pada saat terbang dan berburu, kelelawar akan mengeluarkan bunyi yang frekuensinya tinggi, kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar hanya akan terfokus pada suara yang dipancarkannya sendiri. Rentang frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini terbatas, sehingga kelelawar harus mampu menghindari efek Doppler yang muncul.