Penyiar : “Selamat sore kawula muda dimanapun berada. Jumpa lagi dengan Lita Vernanda diacara Inspirasi Sore. Pernahkah kawula muda memimpikan menjadi orang yang sukses di usia muda?bahkan di usia 20 tahun sudah menjadi dokter. Kelihatannya Lita nggak bakal berani deh mimpi kaya gitu! Tapi kawula muda sepertinya hal itu bukan lagi mimpi. Saat ini kita dapat menjumpai kelas-kelas akselerasi yang mempercepat masa studi seorang siswa. Sebagai contoh, Lita mempunyai kenalan bernama Khadijah Rizky Sumitro dia baru berusia 17 tahun. Hebatnya dia telah duduk di semester 4 fakultas kedokteran umum Unair Surabaya. Hebat bukan? Kali ini di studio telah hadir Dr. Budiyanto. Beliau adalah ketua program pendidikan luar biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan juga salah satu konsultan perumus pedoman pendidikan cerdas istimewa. Slamat sore bapak, selamat datang di radio Star FM.”
Budiyanto : “selamat sore mbak Lita dan para pendengar di rumah!”
Penyiar : “Pendengar yang ingin bergabung dalam dialog ini dapat menghubungi nomor (031) 990080. Sebenarnya apa sih, anak cerdas istimewa itu, pak?”
Budiyanto : “ Anak cerdas istimewa adalah anak yang usianya masih kecil tapi telah menjalani pendidikan setara dengan anak yang jauh lebih tua. Sebagai contoh anak usia 13 tahun tapi sudah henndak lulus SMP atau anak umur 15 tahun tapi sudah kuliah semester 2, dan sebagainya.”
Penyiar : “Apa pendapat Bapak tentang pengembangan sekolah untuk anak-anak cerdas istimewa?”
Budiyanto : “ Harus saya katakan, sejauh ini masih belum maksimal. Untuk memaksimalkan kecerdasan mereka, sebetulnya dibutuhkan keseimbangan fasilitas, sumber daya manusia (SDM), manajemen, dan pendanaan. Hingga kini, komponen-komponen itu belum seimbang.”
Penyiar : “lalu apa indikator ketidak maksimalan tersebut, pak?”
Budiyanto : “ Dilihat dari factor guru saja. Selama ini guru-guru di kelas akselerasi masih terkesan” diambilkan” dari kelompok guru yang dianggap cakap. Padahal, seharusnya tidak demikian. Guru yang mengajar anak-anak cerdas istimewa harus melalui pembinaan intensif lebih dulu. Sebab, anak-anak itu tak hanya membutuhkan guru-guru cerdas, melainkan para pengajar yang mempunyai empati, kreatifitas, dan improvisasi dalam kelas…
Penyiar : “ sebenarnya apa rencana pemerintah untuk anak-anak cerdas istimewa, pak?”
Budiyanto : “ Program yang kami susun bersama adalah pemantapan dua program. Yakni, kelas akselerasi dan enrichment (pengayakan). Adapula anak-anak cerdas istimewa yang tak mau masuk kelas akselerasi. Nah, mereka bisa masuk kelas pengayakan. Dengan demikian, seluruh kecerdasan mereka tertampung. Tapi, sampai kini, yang baru jalan Cuma kelas akselarsi.”
Penyiar : “di line (031) 990080 telah ada yang masuk. Selamat sore dengan siapa ini dan dari mana?”
Penelpon : “ selamat sore “ saya bapak Adi dari Sidoarjo. Saya ingin menanyakan tentang persiapan psikologis siswa akselerasi sebagaimana seperti yang telah kita ketahui siswa akselerasi, menempuh pendidikan lebih cepat dan secara otomatis mereka lulus dengan cepat apakah sudah difikirkan kematangan psikologis mereka? Terimakasih.”
Budiyanto : “itulah yang menjadi masalah konsep akselerasi belum sepenuhnya dijalankan. Dalam konsepnya, siswa akselarsi diberi imbangan kegiatan non kurikulum. Didalam praktiknya, itu justru yang menjadi kendala, terutama dari sisi orang tua yang terobsesi anaknya lulus cepat dan memuaskan. Imbangan penguatan sosialisasi sosial tersebut bisa dilakukan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat kreatif. Anak-anak itu harus sering dipertemukan dengan banyak orang. Jadi, anak matang sebelum waktunya.”
Penyiar : “ Setelah siswa akselerasi lulus sekolah adakah kelas khusus dibangku kuliah untuk terus mengasah bakat mereka, pak?”
Budiyanto : “Setelah lulus sekolah, kelas akselerasi memang berakhir dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada anak-anak cerdas istimewa. Terserah mereka mau kemana. Mereka dapat berkembang sesuai keinginan dan kemampuan. Justru, mereka tidak akan enjoy, bahkan tidak bisa berkembang, kalau dibangku kuliah masih di kotak-kotakan. Seusai kuliah, kami juga belum memliliki program untuk anak-anak cerdas tersebut. Mereka akan kembali kepada masyarakat. Kami yakin, apabila aspek akademik dan psikologisnya matang dengan seimbang, mereka pasti akan bisa bekerja dengan baik.”
Penyiar : “Kawula muda, acara dialog ini akan kita lanjutkan kembali setelah mendengarkan yang mau lewat ini
APA KESIMPULAN DARI DIALOG INTERAKTIF DIATAS?