PENGARUH POSITIVE THINKING

PENGARUH POSITIVE THINKING TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) PADA SISWA KELAS II MADRASAH ALIYAH MA’ARIF CEPOGO, BOYOLALI TAH

Autor Inge Hartono

42 downloads 305 Views 2MB Size

Data uploaded manual by user so if you have question learn more, including how to report content that you think infringes your intellectual property rights, here.

Report DMCA / Copyright

Transcript

PENGARUH POSITIVE THINKING TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) PADA SISWA KELAS II MADRASAH ALIYAH MA’ARIF CEPOGO, BOYOLALI TAHUN 2010 SKRIPSI Disusun Guna Memenuhi Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Disusun Oleh: ARINI HIDAYATI 111 06 083

JURUSAH TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA 2010

KEMENTRIAN AGAMA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA Jl. Stadion 03 Phone. 0298 323706 Salatiga 50721 Website : www.stainsalatiga.ac.id E-mail : [email protected]

NOTA PEMBIMBING Hal

: Pengajuan naskah skripsi

Lampiran : 4 lembar

Kepada Yth. Ketua STAIN Salatiga Di tempat Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka skripsi saudara: Nama

: Arini Hidayati

NIM

: 11106083

Jurusan

: Tarbiyah

Program Studi : Pendidikan Agama Islam Judul

: Pengaruh Positive Thinking Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Masalah ( Problem Solving ) Pada Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo Tahun 2010

Telah kami setujui untuk di munaqosahkan Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Salatiga,9 Agustus 2010 Pembimbing

Dra. Hj.Lilik Sriyanti M,Si NIP:19660814 199103 2 003

ii ii

iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama

: Arini Hidayati

NIM

: 11106083

Jurusan

: Tarbiyah

Program Studi : Pendidikan Agama Islam Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Salatiga, 9 Agustus 2010 Yang Menyatakan

Arini Hidayati NIM 11106083

iv

MOTTO ♥ Think Positive, Do Positive ( Berpikir positif, Bertindak positif)

♥ Segala Sesuatu Tidak Akan Pernah Selesai Jika Kita Hanya Diam Tanpa Berusaha Untuk Menyelesaikannya.

Persembahan Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Allah SWT yang selalu memberi pertolongan setiap ku merasa kesulitan. 2. Ayah dan bundaku tercinta, Tanwirul Qulub dan Siti Asiyah yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, bimbingan, dorongan, motivasi dan segalanya untukku. 3. Adik-adikku tercinta, atoel dan rizqi yang selalu membangkitkan semangatku. 4. Someoene yang special buatku, yang telah memberiku semangat selama ini. 5. Teman-teman kostku, yang telah menjadi keluargaku selama aku hidup di salatiga, Atin, Indah, Penyu, Yunita, Mb Hasna, Mb Yuli, Mb Uma, Mb Ana. Makasih atas kebersamaan, kebaikan , senyum dan moment moment indah yang telah kita lewati. 6. my best friend alphi, sepupuku inoel, dan temanku move_it yang telah memberikan bantuan dalam penulisan skripsi ini. 7. Teman-teman PAI angkatan 2006 khususnya kelas C. I love u all…..

v

PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: 8. Allah SWT yang selalu memberi pertolongan setiap ku merasa kesulitan. 9. Ayah dan bundaku tercinta, Tanwirul Qulub dan Siti Asiyah yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, bimbingan, dorongan, motivasi dan segalanya untukku. 10. Adik-adikku tercinta, atoel dan rizqi yang selalu membangkitkan semangatku. 11. Someoene yang special buatku, yang telah memberiku semangat selama ini. 12. Teman-teman kostku, yang telah menjadi keluargaku selama aku hidup di salatiga, Atin, Indah, Penyu, Yunita, Mb Hasna, Mb Yuli, Mb Uma, Mb Ana. Makasih atas kebersamaan, kebaikan , senyum dan moment moment indah yang telah kita lewati. 13. my best friend alphi, sepupuku inoel, dan temanku move_it yang telah memberikan bantuan dalam penulisan skripsi ini. 14. Teman-teman PAI angkatan 2006 khususnya kelas C. i love u all…..

vi

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya. Shalawat dan salam penulis sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga penyusunan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Positive Thinking Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Masalah ( Problem Solving ) pada Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo tahun 2010” dapat diselesaikan. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa banyak bantuan yang yang telah diberikan dari berbagai pihak, baik berupa material, maupun spiritual. Selanjutnya penulis haturkan ucapn terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat: 1.

Bapak Dr. Imam Sutomo, M. Ag, selaku ketua STAIN Salatiga.

2.

Bapak Suwardi, M.Pd, selaku ketua jurusan tarbiyah.

3.

Ibu Dra. Siti Asdiqoh, M. Si, selaku ketua program studi PAI.

4.

Ibu Dra. Hj. Lilik Sriyanti, M.si, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah senantiasa memberikan bimbingan dan arahan-arahan, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

5.

Bapak / Ibu dosen serta karyawan STAIN Salatiga, yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi ini.

vii

6.

Bapak Sofwan, S.Pd.i, selaku kepala Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo yang telah memberikan ijin dalam penelitian ini. Serta guru, karyawan dan siswa – siswi Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.

7.

Ayahku Tanwirul Qulub, S.Pd.I dan bunda tercinta Siti Asiyah, A.Ma. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis

khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan skripsi ini.

Salatiga, 31 Agustus 2010

Penulis

viii

ABSTRAK Hidayati, Arini, 2010. Pengaruh Positive Thinking Terhadap Kemampuan Problem Solving Pada Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Lilik Sriyanti M, Si. Kata kunci : Positive thinking, problem solving Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui tingkat positive thinking terhadap kemampuan problem solving pada siswa di Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah : 1. Bagaimana variasi positive thinking siswa Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. 2. Bagaimana kemampuan Problem solving siswa di Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket, metode dokumentasi, dan metode observasi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, sebanyak 40 siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat positive thinking siswa di Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo tergolong sedang sebanyak 42,5% ( sebanyak 17 siswa). Sedangkan kemampuan problem solving siswa sebagian besar tergolong dalam kategori sedang yaitu sebanyak 50% ( Sebanyak 20 siswa). Setelah dianalisis menggunakan product moment diperoleh nilai rxy sebesar 0.484 lebih besar dari r tabel sebear 0.403, pada taraf signifikansi 1% Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara positive thinking dan kemampuan problem solving di Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo.

ix

DAFTAR ISI

JUDUL .........................................................................................................

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................................

ii

PENGESAHAN KELULUSAN .................................................................. iii PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ................................................... iv MOTTO .......................................................................................................

v

PERSEMBAHAN ........................................................................................ vi KATA PENGANTAR ................................................................................. vii ABSTRAK ................................................................................................... viii DAFTAR ISI................................................................................................ ix DAFTAR TABEL........................................................................................ xii BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang masalah ..........................................................

1

B.

Rumusan Masalah ...................................................................

6

C.

Tujuan penelitian.....................................................................

7

D.

Hipotesis Penelitian................................................................

8

E.

Kegunaan penelitian................................................................

7

F.

Definisi Operasional................................................................

4

G.

Metode penelitian....................................................................

9

1. Pendekatan dan rancangan penelitian ...............................

9

2. Lokasi Penelitian............................................................... 10 3. Populasi dan Sampel ......................................................... 10

x

4. Metode pengumpulan data ................................................ 11 5. Instrumen Penelitian.......................................................... 12 6. Analisa Data ...................................................................... 12 H.

Sistematika penulisan Skripsi……………………… ............. 13

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Positive Thinking........................................................................ 15 1. Pengertian Berpikir .............................................................. 15 2. Bentuk-Bentuk Berpikir ....................................................... 18 3. Tingkat-tingkat Berpikir ...................................................... 19 4. Berpikir dan Inteligensia ..................................................... 21 5. Pegertian Positive Thinking.................................................. 23 6. Ciri-ciri orang yang berpikir positif .................................... 27 7. Aplikasi Positive Thinking……............................................. 30 B. Problem Solving ......................................................................... 32 1. Pengertian Problem Solving................................................. 32 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan problem solving .................................................................................. 32 3. Langkah-langkah pemecahan masalah ................................ 36 C. Pengaruh Positive Thinking Terhadap Kemampuan Problem Solving........................................................................................ 40 BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo................ 44 1. Sejarah Berdirinya ............................................................... 44

xi

2. Struktur Organisasi .............................................................. 46 3. Visi Misi Madrasah .............................................................. 46 4. Keadaan Guru dan Karyawan .............................................. 47 5. Keadaan Siswa .................................................................... 48 6. Keadaan Ekstra Kurikuler ................................................... 49 7. Sarana Prasarana .................................................................. 49 B. Hasil Jawaban Angket................................................................ 51 1. Daftar Nama Responden ...................................................... 51 2. Hasil Jawaban Angket.......................................................... 52 BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Deskriptif ..................................................................... 56 1. Analisis Data Positive Thinking............................................. 56 2. Analisis Data Problem Solving .............................................. 60 B. Analisis Uji Hipotesis ................................................................ 64 C. Pembahasan................................................................................ 66 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................ 67 B. Saran........................................................................................... 68

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Data Struktur Organisasi Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo

Tabel 2

Data Keadaan Guru

Tabel 3

Data Keadaan Karyawan

Tabel 4

Data Keadaan Siswa

Tabel 5

Data Keadaan Ekstrakurikuler Siswa

Tabel 6

Data Sarana Fisik Madrasah

Tabel 7

Data Nama Responden

Tabel 8

Data Jawaban Angket Variabel Positive Thinking

Tabel 9

Data Jawaban Angket Variabel Kemampuan Problem Solving

Tabel 10

Data Nilai dan Nominasi Positive Thinking Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo

Tabel 11

Data Frekuensi Tingkat Positive Thinking Siswa Kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo

Tabel 12

Data Nilai dan Nominasi Kemampuan Problem Solving

Tabel 13

Data Frekuensi Tingkat Kemampuan Problem Solving

Tabel 14

Data Tabel Kerja Product Moment antara Positive Thinking Terhadap Kemampuan Problem Solving

Tabel 15

Data Nilai Product Moment N = 40 -

xiii

1

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Manusia dalam setiap denyut hidupnya tidak akan pernah lepas dari masalah. Hanya saja, besar dan kecil, rumit dan sederhana, penting dan tidak penting suatu masalah masing-masing orang sangat bervariasi, bergantung dari bagaimana keterampilan mereka mengelola masalah dan keterampilan yang dimiliki untuk memecahkan sebuah masalah. Hidup adalah serangkaian masalah, apakah kita akan meratapinya atau ingin menyelesaikannya? Sebagian besar manusia tidak melihat kebenaran bahwa hidup itu tidak mudah. Mereka meratap tiada henti, ribut pada besarnya masalah yang dihadapi, pada beban-beban kesulitan mereka, seolah-olah dengan mereka meratap mereka sudah membuat hidup lebih mudah, atau harusnya bisa menjadi lebih mudah. Mereka meyakini, baik terang-terangan atau tidak, kalau kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan penderitaan itu seharusnya tidak terjadi, tidak menimpa mereka (Peck, 2007: 8). Yang membuat hidup itu sulit adalah proses menghadapi dan menyelesaikan masalah bisa menimbulkan kepedihan dan rasa terluka. Berbagai masalah akan membuat frustasi, sedih, kesepian, rasa bersalah, atau penyasalan. Bisa juga berupa kemarahan, ketakutan, kecemasan, atau keputusasaan yang mendalam (Peck, 2007: 8). Melihat masalah-masalah sebagai hal yang wajar mau tidak mau akan mengurangi tingkat 1

2 keparahannya. Kita mengalami masalah-masalah itu secara serius, tetapi kita menerimanya dan melihatnya secara realistis dan positif (Yeo, 1994: 23). Allah SWT menciptakan manusia dengan menawarkan pilihan dalam menghadapi tantangan setelah membekali akal dan naluri yang bersifat fitrawi. Islam mewajibkan umatnya untuk menggunakan pikirannya dalam menghadapi tantangan tersebut. Dalam konteks

psikologi hal itu

diinterpretasikan dengan problem solving. Pemecahan masalah menyangkut diambilnya suatu tindakan korektif untuk

menutup

kesenjangan

masalah

dengan

menghilangkan

atau

memindahkan penyebab masalah. Oleh karena itu untuk mencapai pemecahan masalah yang tuntas diperlukan identifikasi semua penyebab dari masalah. Identifikasi dari masalah ini antara lain meliputi mencari informasi yang dibutuhkan dari masalah yang dihadapi, opsinya, konsekwensi positif dan negatif, dan faktor yang berpengaruh di dalamnya. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dalam marespon suatu masalah. Baik buruknya suatu pandangan sangat terkait dengan frame masing-masing, positive thinking atau negative thinking. Misalnya, setiap siswa memiliki pandangan yang berbeda ketika merespon fenomena ketidaklulusan mereka dalam ujian nasional. Bagi anak yang mau berpikir positif, peristiwa tersebut akan mendorongnya belajar lebih giat, lebih aktif, dan lebih intens. Sementara siswa yang menggunakan frame negative thinking akan terpuruk dalam kekecewaan yang mendalam, frustasi dan putus asa (Asmani, 2009: 17).

3 Tingkatan suatu masalah menentukan proses pemecahanya, tidak semua masalah sama tingkat kesukarannya, dan tidak setiap masalah dapat dipecahkan dengan cara yang sama. Dari bermacam-macam masalah, adapula bermacam-macam cara pemecahannya antara lain, dengan instink, dengan kebiasaan, dan dengan aktivitas berpikir (Ahmadi, 1983: 112). Masa usia sekolah merupakan masa remaja, termasuk pada siswa siswa Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. Pada masa ini merupakan suatu kehidupan yang penuh dengan masalah, baik itu permasalahan pribadi maupun sosialnya. Keadaan psikologi yang belum matang membuat kemampuannya menghadapi masalah masih kurang. Dalam menghadapi suatu permasalahan di butuhkan adanya optimisme, positif thinking dan rasa percaya diri. Akan tetapi dari beberapa kasus yang ada mereka kurang percaya akan kemampuannya untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi. Hal ini akan berpengaruh pada sikap yang berdampak negatif pada kepribadian, yaitu menghilangkan kemampuan, pasrah, dan putus asa, sehingga berusaha menghindar dari permasalahan yang dihadapi. Percaya diri adalah kekuatan keyakinan mental atas kemampuan kondisi dirinya. Tingkat positif thinking seseorang mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Orang yang tingkat berpikir positifnya tinggi umumnya cenderung lebih berani dalam mengatasi suatu masalah dan persoalan yang dihadapi dengan memanfaatkan kemampuan yang ada pada dirinya. Sebaliknya orang yang berpikiran negatif, maka yang terjadi adalah mereka merasa tidak

4 mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi. Dari berbagai persoalan diatas, penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian yang berjudul “Pengaruh Positive Thinking terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (Problem Solving) pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Maarif (MAM) Cepogo, Boyolali, Tahun 2010” B.

Rumusan Masalah Mengacu pada latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan pokok-pokok masalah penelitian ini yaitu: 1. Bagaimanakah tingkat positive thinking pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif (MAM), Cepogo, Boyolali, Tahun 2010? 2. Bagaimanakah kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif (MAM) Cepogo, Boyolali, Tahun 2010? 3. Adakah pengaruh antara positive thinking terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif (MAM) Cepogo, Boyolali, Tahun 2010?

C.

Tujuan Penelitian Sebagai konsekuensi permasalahan pokok, maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui tingkat positive thinking pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif , Cepogo, Boyolali, Tahun 2010.

5 2. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif, Cepogo, Boyolali, Tahun 2010. 3. Untuk mengetahui pengaruh positive thinking terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif (MAM) Cepogo, Boyolali, Tahun 2010.

D.

Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah “Suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 1997:67). Kemudian Sutrisno Hadi dalam bukunya Metodologi Research mengenai hipotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar, atau mungkin juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima apabila fakta-fakta membenarkan (Hadi, 1981: 63). Hipotesis ini akan diterima jika benar, dan akan ditolak jika salah. Kemudian melihat berbagai realita yang ada, penulis mengajukan hipotesa, “Ada pengaruh antara positive thinking terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving)”. Ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat positive thinking siswa, maka semakin tinggi kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving. Dalam penelitian ini penulis mengajukan dua hipotesis yaitu:

6 1. Hipotesis Kerja (Ha). “Ada pengaruh antara positive thinking terhadap kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali, Tahun 2010. 2. Hipotesis Nol ( Ho ). “ Tidak ada pengaruh antara positive thinking terhadap kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali, Tahun 2010.

E.

Kegunaan Penelitian 1.

Secara praktis, Bagi siswa Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo dapat memperoleh pemahaman tentang arti pentingnya sikap positive thinking. Bagi guru, dapat mengetahui bagaimana pola pikir anak didiknya. Jika masih terdapat kesalahan dalam pola pikir siswa, maka guru dapat mengarahkan pola pikir siswa ke arah yang benar. Dan jika pola pikir mereka sudah benar, maka guru bisa mengembangkan pola pikir mereka menjadi lebih baik. Bagi peneliti, untuk menambah pengetahuan yang dapat dijadikan bekal pada waktu terjun langsung ke masyarakat sebagai seorang pendidik, sehingga nantinya ketika penulis menjadi

seorang

pendidik

mampu

memberikan

arahan-arahan

bagaimana cara berpikir yang baik, untuk menyelesaikan suatu masalah.

7 2.

Secara teoritik, diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan ilmu bagi peneliti, seluruh pembaca pada umumnya, dan bagi Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo pada khususya.

F.

Definisi Operasional Untuk menghindari kemungkinan terjadinya penafsiran yang berbeda, maka penulis menjelaskan istilah-istilah dan hal-hal yang berkaitan dengan judul diatas: 1. Positive Thinking. Positive Thinking berasal dari bahasa inggris yang berarti berpikir positif. a. Berpikir Berpikir berasal dari kata pikir yang berarti akal budi, ingatan,dan angan-angan. Berpikir berarti menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, dan memutuskan sesuatu (Purwodarminto, 2006:891). Sedangkan menurut Edward De Bono (1990:36), berpikir merupakan ketrampilan operasional yang memungkinkan intelegensi bekerja atas dasar pengalaman. b. Positif Positif adalah tentu, pasti, tegas (Purwodarminto, 2006:908). Positif thinking menurut Norman Vincent Peale (1996) adalah suatu aplikasi langsung yang praktis dari teknik spiritual untuk mengatasi kekalahan kesenangan.

dan

memenangkan

kepercayaan, keberhasilan,

dan

8 Adapun indikator dari positive thinking adalah: 1. Selalu optimis dalam menghadapi masalah. 2. Percaya pada kemampuan diri sendiri. 3. Melihat masalah sebagai suatu tantangan. 4. Mengenyahkan pikiran negatif segera. 5. Terbuka untuk menerima saran dan ide. 6. Percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. 7. Tidak mudah putus asa. 2. Kemampuan Menyelesaikan Masalah (problem solving). a. Kemampuan Kemampuan

adalah

kuasa,

sanggup

melakukan

sesuatu

(Purwodarminto, 2006:742). b. Menyelesaikan masalah (problem solving) Menyelesaikan

adalah

menyudahkan,

menamatkan,

membereskan. Sedangkan masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan (Purwodarminto 2006:297). Menurut Edward De Bono (2007:297), masalah adalah gangguan, rintangan, atau penghalang atas perjalanan mulus yang dihadapi. Jadi kemampuan menyelesaikan masalah menurut penulis adalah suatu kesanggupan dalam membereskan permasalahan-permasalahan yang menjadi gangguan atas perjalanan mulus yang dijalani dalam hidupnya. Adapun indikator kemampuan menyelesaikan masalah (Problem Solving) adalah:

9 1. Dapat mengantisipasi sebab munculnya masalah. 2. Dapat mengidentifikasi pokok permasalahan. 3. Dapat membangun solusi atas berbagai masalah. 4. Dapat memilih alternatif pemecahan yang terbaik berdasarkan pertimbangan segi positif dan negatif. 5. Dapat merumuskan kegiatan-kegiatan yang akan ditempuh dalam menyelesaikan masalah. 6. Dapat berpikir dalam mencari pemecahan suatu masalah. 7. Mempunyai keberanian untuk memecah tugas yang amat berat menjadi tugas kecil yang mudah ditangani (Goleman, 1996 :122).

G. Metode Penelitian Dalam membicarakan mengenai metodologi, maka dibahas beberapa komponen meliputi objek penelitian yang mencakup populasi dan sampel, teknik sampling, teknik pengumpulan data serta teknik analisa data, yang mana akan dibahas sebagai berikut: 1. Pendekatan dan rancangan penelitian. Penelitian ini,menggunakan pendekatan lapangan (Field Research), dimaksudkan untuk mengetahui data responden secara langsung di lapangan, yakni suatu penelitian yang bertujuan mengenai studi yang mendalam mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik mengenai unit sosial tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuntitatif. Dipilih dimaksudkan untuk mengidentifikasi

10 pengaruh positive thinking terhadap kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo tahun 2010. 2. Lokasi dan Waktu Penelitian. a. Lokasi Penelitian Tempat penelitian Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Kabupaten Boyolali, pada tahun 2010 Pertimbangan pemilihan lokasi penelitian diantaranya: 1)

Letaknya strategis

2) Mudah di jangkau dengan alat transportasi, baik umum maupun pribadi. b. Waktu penelitian pada tanggal 01 juni sampai tanggal 31 juli 2010 (2 bulan). 3. Populasi dan Sampel. a. Populasi Populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian” (Arikunto, 1997:108). Populasi ini mencakup seluruh siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali, Tahun 2010. b. Sampel Menurut Suharsimi Arikunto (1997), sampel adalah bagian dari populasi yang merupakan wakil dari populasi yang diselidiki (Arikunto, 1997:109). Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah semua siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif, Cepogo, Boyolali, yang berjumlah 40 siswa.

11 Kemudian

teknik

pengambilan

sampel

adalah

dengan

menggunakan populasi yang melibatkan seluruh siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo tahun 2010. 4. Metode pengumpulan data Untuk mengumpulkan data baik tentang positive thingking maupun kemampuan menyelesaikan masalah siswa, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai, yaitu sebagai berikut: a. Metode Angket Teknik angket yakni suatu metode melalui pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Arikunto, 1997:188). Teknik ini digunakan untuk mengukur variabel

positive

thinking dan variabel kemampuan menyelesaikan masalah. b. Metode Dokumentasi Metode Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger, agenda, dan sebagainya

(Arikunto,

1998:236 ). Bahan bahan yang dijadikan dokumentasi pada penelitian ini seperti arsip-arsip tentang sejarah berdirinya, letak geografis, keadaan guru, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana dan berbagai hal yang berhubungan dengan Madrasah Aliyah Ma’arif, Cepogo, Boyolali .

12 c. Metode Observasi Metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki (Hadi,1989 :136). 5. Instrumen Penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa instrument penelitian, yaitu: a. Angket, instrument ini diberikan kepada siswa yang digunakan sebagai alat untuk mengetahui tingkat positive thinking dan kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. b. Dokumen, instrument ini digunakan sebagai alat untuk mengetahui keadaan secara global Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, diantaranya keadaan guru, siswa, dan gedung. c. Observasi, instrumen ini digunakan untuk melengkapi data-data tentang tingkat positive thinking dan kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo. 6. Teknik analisa data Pada analisa data ini penulis menggunakan teknik statistik, untuk mencari ada tidaknya pengaruh positive thinking terhadap kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) dengan menggunakan statistik dengan rumus prosentase dan rumus product moment sebagai berikut:

13 Rumus prosentase yakni:

Keterangan : P

: Frekuensi: presentase

F

: jawaban responden

N : Jumlah Responden Kemudian rumus product moment :

r xy =

N .∑ XY − (∑ X )(∑ Y )

{N .∑ X

2

− (∑ X )

2

}{N .∑ Y

2

− (∑ Y )

2

}

Keterangan: r xy : Koefisien korelasi variabel

X

: Variabel pengaruh ( Positive thinking)

Y

: Variabel terpengaruh (kemampuan menyelesaikan masalah problem solving )

XY : Pengaruh antara variabel x dan y N

: Jumlah sampel

H. Sistematika Penulisan Skripsi BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,

tujuan

penelitian,

hipotesis

penelitian,

kegunaan

penelitian, definisi operasional, metode penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

14

BAB II : KAJIAN PUSTAKA. Berisi tentang teori teori yang menjadi landasan teoritik

yang

berkaitan dengan variabel penelitian yaitu pengertian berpikir, bentuk-bentuk berpikir, berpikir dan intelegensia, pengertian positive thinking, ciri-ciri orang yang berpikir positif, aplikasi positive thinking, pengertian problem solving, tahap-tahap problem solving, faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan problem solving, langkah-langkah pemecahan masalah, pengaruh positive thinking terhadap kemampuan problem solving.

BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN Berisi tentang gambaran umum Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, antara lain, sejarah berdirinya, visi dan misi madrasah, letak geografis, keadaan guru, keadaan karyawan, keadaan sarana dan prasarana sekolah, struktur organisasi, data responden, daftar hasil jawaban angket.

BAB IV : ANALISA DATA. Berisi tentang, analisa data deskriptif, pengujian hipotesis dan pembahasan.

BAB V : PENUTUP. Berisi tentang, kesimpulan dan saran-saran.

15

BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

Positif Thinking 1.

Pengertian Berpikir Berpikir adalah eksplorasi pengalaman yang dilakukan secara sadar dalam mencapai suatu tujuan (Bono, 1990 :30). Berpikir didefinisikan sebagai tindakan pikiran seseorang menghasilkan pikiran, pemikiran ini bisa negatif bisa positif. Pemikiran positif diarahkan kepada perilaku penyelesaian masalah. Pemikiran negatif menemukan ekspresinya dalam permintaan maaaf atas kegagalan atau upaya menghindari perilaku menyelesaian masalah. Orang yang berpikir negatif disebut pesimis. Sementara orang yang berpikir positif disebut orang optimis ( Abraham, 2008:46). Tujuan

itu

mungkin

berbentuk

pemahaman,

pengambilan

keputusan, perencanaan, pemecahan masalah, penilaian, tindakan dan sebagainya. Berpikir juga merupakan keterampilan operasional yang memungkinkan inteligensi bekerja atas dasar pengalaman. Dalam hal ini ego merupakan bagian pertama dari pengalaman itu, pada tingkatan ini “berpikir” terasa sebagai apa yang berlangsung dalam pikiran dan tidak berkaitan dengan situasi langsung. Berpikir adalah sejenis permainan yang terpampang pada layar pikiran dari pengalaman masa lalu atau masa datang, tujuan lebih pada kenikmatan atau pemuas hasrat (Bono,1990: 30 ). 15

16

Tri tunggal pendidikan ialah, pengetahuan, kecerdasan dan berpikir. Kecerdasan adalah suatu kualitas bawaan yang mungkin tergantung pada gen, lingkungan dimasa kecil atau perpaduan dari keduanya, semua itu tidak masalah. Suatu saat nanti kita mungkin akan menemukan bahwa apa yang kita anggap sebagai kecerdasan itu tidak lain adalah kecepatan reaksi pengolahan dalam otak, yang memberikan kepada orang-orang yang cerdas. Suatu wawasan yang lebih luas dalam jangka waktu yang lama. Kecerdasan mungkin tergantung pada kecepatan hancurnya enzim tertentu, pada suatu sisi dari jaringan sel syaraf. Berpikir merupakan ketrampilan operasional

yang

memungkinkan

inteligensi

bekerja

atas

dasar

pengalaman. Pengetahuan atau informasi merupakan bahan dasar dari proses berpikir (Bono, 1990 :36). Kecerdasan dan kemampuan bepikir merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Menyamakan kecerdasan dan kemampuan berpikir akan memunculkan dua simpulan yang merugikan dalam dunia pendidikan, yaitu: a.

Tidak perlu melakukan apa-apa lagi terhadap murid-murid yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi karena mereka secara otomatis juga seorang pemikir yang baik.

b.

Tidak ada yang bisa dilakukan pada murid yang tidak memiliki kecerdasan yang tinggi karena mereka tidak akan pernah menjadi pemikir yang baik

( De bono, 2007: 24)

17

Hubungan antara kecerdasan dan kemampuan berpikir hampir sama dengan hubungan mobil dengan pengendaranya. Sebuah mobil yang hebat bisa jadi dikendarai dengan buruk, sedangkan mobil yang tidak begitu hebat bisa dikendarai dengan baik. Kehebatan si mobil adalah potensi untuk mobil itu, kecerdasan juga merupakan potensi. Ketrampilan mengendarai menentukan bagaimana mobil itu dipakai, ketrampilan berpikir menentukan bagaimana kecerdasan digunakan (Bono, 2007:24). Mengenai soal berpikir ini, terdapat adanya beberapa macam, diantaranya ada yang menganggap berpikir sebagai proses asosiasi saja, pandangan ini dikemukakan oleh kaum assosiasionist. Adapula yang memandang berpikir sebagai

suatu proses penguatan hubungan antara

stimulus dan respon, pandangan ini yang dikemukakan oleh kaum Fungsionalist. Diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan anatra dua obyek atau lebih. Dan hubungan ini dapat dicari melalui berpikir (Walgito, 1997:122). Drever mengemukakan masalah berpikir sebagi berikut , “ thinking: Any course or train of ideas ; in the nerrower and stricter sense, a course of ideas initiated by a problem” (Walgito, 1997:122). Dengan demikian, dari pernyataan tersebut dapat dikemukakan bahwa berpikir bertitik tolak dari adanya persoalan atau problem yang dihadapi oleh individu. Dalam proses berpikir orang menghubungkan

18

pengertian satu dengan pengertian yang lain untuk mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi. Pengertian-pengertian itu merupakan bahan atau materi yang digunakan dalam proses berpikir. Pengertian itu dapat dinyatakan dengan kata-kata, gambar, simbol-simbol atau bentukbentuk lain (Walgito, 1997:123). 2.

Bentuk-bentuk Berpikir a.

Berpikir Dengan Pengalaman ( routine thinking ). Dalam bentuk berpikir ini kita lebih banyak menghimpun berbagai pengalaman. Dari berbagai pengalaman pemecahan masalah yang kita hadapi. Kadang-kadang satu pengalaman dipercaya atau dilengkapi dengan pengalaman-pengalaman yang lain (Ahmadi, 1983:124).

b.

Berpikir Representatif Dengan berpikir representatif, kita sangat bergantung pada ingatan-ingatan dan tanggapan saja. Tanggapan-tanggpan dan ingataningatan tersebut kita gunakan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi.

c.

Berpikir Kreatif Dengan berpikir kreatif, kita dapat menghasilkan sesuatu yang baru, menghasilkan penemuan-penemuan baru. jika kegiatan berpikir kita untuk menghasilkan sesuatu dengan metode-metode yang telah dikenal, maka dikatakan berpikir produktif, bukan berpikir kreatif.

19

d.

Berpikir Reproduktif Dengan berpikir ini, kita tidak menghasilkan sesuatu yang baru tetapi hanya sekedar memikirkan kembali dan mencocokkan dengan sesuatu yang telah dipikirkan sebelumnya.

e.

Berpikir Rasional Untuk menghadapi suatu situasi dan memecahkan masalah digunakanlah cara-cara berpikir logis. Untuk berpikir ini tidak hanya mengumpulkan pengalaman dan membandingkan hasil berpikir yang telah ada, melainkan dengan keaktifan akal kita memecahkan masalah ( Ahmadi, 1983 : 125).

3.

Tingkat-tingkat Berpikir Aktivitas berpikir tidak pernah lepas dari suatu situasi atau masalah. Gejala berpikir tidak berdiri sendiri, dalam aktivitasnya membutuhkan gejala jiwa-jiwa yang lain. Misalnya pengamatan, tanggapan, ingatan, dan sebagainya. Aktivitas berpikir sendiri adalah abstrak. Namun demikian dalam praktek sering kita jumpai bahwa tidak semua masalah dapat dipecahkan secara abstrak. Dalam menghadapi masalah-masalah yang sangat pelik, kadang-kadang kita membutuhkan upaya-upaya agar persoalan yang kita hadapi lebih konkrit. Sehubungan dengan hal ini memang ada beberapa tingkatan berpikir, diantaranya: a.

Berpikir Konkrit

20

Dalam tingkatan ini kegiatan berpikir masih memerlukan situasi-situasi yang nyata atau konkrit. Berpikir membutuhkan pengertian. Sedangkan pengertian yang dibutuhkan pada tingkat ini adalah pengertian yang konkrit. Tingkat berpikir ini umumnya dimiliki oleh anak-anak kecil, Konsekuensi didaktif pelajaran hendaknya disajikan dengan peragaan langsung. b.

Berpikir Skematis Sebelum meningkat kepada bagian yang abstrak, memecahkan masalah dibantu dengan penyajian bahan-bahan, skema-skema, coretan-coretan, diagram, simbol, dan sebagainya. Walaupun pada tingkat ini kita tidak berhadapan pada situasi nyata, konkrit, tetapi dengan

pertolongan

bagan

bagan.

Coretan-coretan

ini

dapat

memperlihatkan hubungan persoalan yang satu dengan yang lain, dan terlihat

pula

masalah-masalah

yang

dihadapi

sebagai

suatu

keseluruhan. Dengan pertolongan bagan-bagan tersebut situasi yang dihadapi tidak benar benar konkrit, pun benar benar abstrak. (Ahmadi, 1983:126 ). c.

Berpikir Abstrak. Kita berhadapan dengan situasi dan masalah yang tidak berwujud. Akal pikiran kita bergerak bebas dalam alam abstrak. Baik situasi situasi nyata maupun bagan bagan, simbol-simbol, gambargambar skematis, tidak membantunya. Disamping itu kecerdasan pikir

21

sendirilah yang berperanan memecahkan masalah. Maka tingkat ini dikatakan tingkat berpikir yang tertinggi. Orang-orang dewasa biasanya telah memiliki kemampuan berpikir abstrak ini. Kemampuan berpikir manusia selalu mengalami perkembangan sebagaimana diterangkan diatas. Pada anak-anak masih didalam tingkat yang konkrit, makin maju perkembangan psikisnya, kemampuan berpikirnya berkembang setapak demi setapak, meningkat pada hal-hal yang abstrak, yakni tingkat bagan/skematis. Dari tingkat bagan makin lama makin berkembanglah kemampuan abstraksinya. Makin tinggi tingkat abstraksinya, hal-hal yang konkrit makin ditinggalkan (Ahmadi, 1983:126) 4.

Berpikir dan Intelligensia Salah satu hal yang berkaitan dengan proses berpikir adalah inteligensia.

Inteligensi

merupakan

kecerdasan

pikir

yang

akan

mempengaruhi kualitas berpikir seseorang. Inteligensi adalah kecerdasan pikiran. Dengan inteligensi, fungsi pikir dapat dengan cepat dan tepat digunakan untuk mengatasi suatu situasi untuk memecahkan masalah. Dengan kata lain, kata inteligensi adalah suatu kecerdasan pikir, sifat-sifat perbuatan cerdas (inteligen). Pada umumnya inteligen ini dapat dilihat dari kesanggupannya bersikap dan berbuat cepat dengan situasi yang sedang berubah, dengan keadaan diluar dirinya yang biasa maupun yang baru. Jadi perbuatan cerdas dicirikan dengan adanya kesanggupan bereaksi terhadap situasi dengan kelakuan

22

baru yang sesuai dengan keadaan baru (Ahmadi, 1983:127). Perkataan inteligensi berasal dari kata latin “inteligere” yang berarti menggabungkan atau menyatukan satu sama lain (to organize, to relate, to be together). Inteligensi juga dapat diartikan sebagai daya penyesuaian diri dengan mempergunakan alat-alat berpikir menurut tujuannya (Walgito, 1997:133). Orang dianggap inteligen apabila responnya merupakan respon yang baik terhadap stimulus yang diterimannya. Jadi individu itu adalah intelligen jika respon yang diberikan itu sesuai dengan stimulus yang diterimanya. Untuk memberikan respon yang tepat, organisme harus memberikan stimulus dan respon, dan hal tersebut dapat diperoleh dari hasil pengalaman yang diperolehnya dan hasil-hasil respon yang telah lalu. Sedangkan freeman, memberikan pendapatnya mengenai inteligensi sebagai berilkut, “The ability to carry on abstract thinking”. Freeman membedakan adanya ability yang berhubungan dengan hal hal yang konkrit, dan ability yang berhubungan dengan hal hal yang abstrak. Orang itu inteligen apabila dapat berpikir secara abstrak yang baik. Freeman memandang inteligensi sebagai: a. A capacity ti integrate experience and to meet a new situation by means of appropriate and adaptive responses. b. Capacity to learn c. Capacity to perform and task regarded by psychologist and intelectual. d. Capacity to carry on abstract thinking (Walgito, 1997 :134).

23

5.

Pengertian Positive Thinking Positive thinking merupakan cara berpikir yang berangkat dari halhal yang mampu menyulut semangat perubahan menuju taraf hidup yang lebih baik (Asmani, 2009:15). Menurut Norman Vincent Peale (1996), yang dimaksud positive thinking adalah aplikasi langsung yang praktis dari teknik

spiritual

untuk

mengatasi

kekalahan

dan

memenangkan

kepercayaan, keberhasilan, dan kesenangan. Positive thinking telah menjadi sebuah sistem berpikir yang mengarahkan dan membimbing seseorang untuk meninggalkan hal-hal yang negatif yang bisa melemahkan semangat perubahan dalam jiwanya. Manusia selalu bergerak dari satu titik ke titik yang lain, dari satu paradigma ke paradigma yang lain, dari satu form ke form lain. Perubahan ini sangat alami, tidak direkayasa, karena potensi manusia sangat dinamis dan fluktuatif, sehingga sulit ditebak dan dibatasi. Pikiranlah yang menentukan perilaku dan kesuksesan kita dimasa depan. Sebab, kesedihan dan kebahagiaan kita bermula dari pikiran. Jika pikiran kita selalu positif dalam memandang apapun realitas yang terjadi, maka perjalanan hidup kita akan senantiasa diwarnai ketentraman, kenyamanan, dan kebahagiaan lahir batin. Sebaliknya, jika pikiran kita selalu negatif memandang realitas, maka kesedihan, kecemasan dan kekhawatiran akan nasib buruk akan selalu menghantui kita. Jika sudah demikian akut, maka kita akan kalah sebelum bertanding.

24

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dalam marespon suatu masalah. Baik buruknya suatu pandangan sangat terkait dengan frame masing-masing, positive thinking atau negative thinking. Misalnya, setiap siswa memiliki pandangan yang berbeda ketika merespon fenomena ketidaklulusan mereka dalam ujian nasional. Bagi anak yang mau berpikir positif, peristiwa tersebut akan mendorongnya belajar lebih giat, lebih aktif, dan lebih intens. Sementara siswa yang menggunakan frame negative thinking akan terpuruk dalam kekecewaan yang mendalam, frustasi dan putus asa. (Asmani,2009 :17) Dari sini jelas, positive thinking mampu menjadi sumber energi untuk membangun hidup dengan keyakinan dan harapan besar. Lain halnya dengan negatif thinking yang menyebabkan manusia semakin tergelincir dalam jurang kehancuran, menjadikannya penuh kecemasan, ketakutan dan kekalutan yang dapat membunuh masa depan. Menurut Jim Dorman dan John Maxwell (1996) mengatakan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri. Perbedaan antara orang-orang yang sukses dengan orang yang tidak sukses dalam hidup adalah, kehidupan orang-orang yang sukses senantiasa diatur oleh pikiranpikiran tentang saat-saat yang terbaik mereka, Rasa optimistis yang tinggi, serta pengalaman terbaik mereka. Sementara kehidupan orang-orang tidak sukses diatur dan dibayangi oleh rasa ragu serta kegagalan-kegagalan mereka dimasa lampau.

25

Maltbie De Babcock juga pernah mengatakan: “ Salah satu kekeliruan yang paling sering terjadi dan amat diinginkan adalah pendapat bahwa keberhasilan hanya diperoleh berkat bantuan dari orang-orang yang jenius, keajaiban atau hal-hal lain yang tidak ada pada diri sendiri”. Padahal anda semua pun mampu meraih kesuksesan dengan apa yang anda miliki sendiri. Tinggi rendahnya keberhasilan yang anda raih bergantung dari cara anda berpikir dari pada faktor-faktor lainnya (Asmani, 2009:18) Dari pernyataan di atas penulis menyimpulkan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan seseorang itu bukanlah berasal dari orang lain, tetapi berasal dari diri meraka sendiri. Cara berpikir seseorang akan sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan mereka. Berpikir positif itu menyimpan kekuatan yang luar biasa. Seseorang yang mampu berpikir pisitif tidak akan pernah mau pikiran negatif mempengaruhi keseluruhan hidupnya. Orang-orang yang senantiasa berpikir positif akan mampu melihat segala sesuatu dari sudut oandang yang benar, sehingga ia tetap menjaga kesehatan dan kecerdasan emosional secara seimbang. Mereka tidak akan membiasakan diri larut dalam kekecewaan dan kemarahan berkepanjangan (Asmani, 2009:21). Mereka akan berusaha menyingkirkan rasa dendam dan sulit memaafkan, meski setiap orang pasti pernah sakit hati (Asmani, 2009:22). Di dalam QS. Al-Insyiroh ayat 1-8 yang berbunyi:

ü“Ï%©!$# ∩⊄∪ x8u‘ø—Íρ šΖtã $uΖ÷è|Êuρuρ ∩⊇∪ x8u‘ô‰|¹ y7s9 ÷yuŽô³nΣ óΟs9r& ¨βÎ) ∩∈∪ #—Žô£ç„ Ύô£ãèø9$# yìtΒ ¨βÎ*sù ∩⊆∪ x8tø.ÏŒ y7s9 $uΖ÷èsùu‘uρ ∩⊂∪ x8tôγsß uÙs)Ρr&

26

∩∇∪ =xîö‘$$sù y7În/u‘ 4’n rt 1% Mencermati hasil di atas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa ada korelasi yang sangat signifikan antara positive thinking terhadap kemampuan problem solving.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Merujuk dari hasil penelitian sebagaimana telah dijabarkan pada babbab sebelumnya, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Tingkat positive thinking pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali berada pada tingkat sedang yaitu 17 siswa (42,5%) dari 40 responden berdasarkan analisis data. 2. Tingkat kemampuan problem solving pada siswa Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali berada pada tingkat sedang yaitu 20 siswa (50%) dari 40 responden berdasarkan analisis data. 3. Ada pengaruh antara positive thinking

terhadap kemampuan problem

solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali. Hal ini diperoleh dari hasil perhitungan product moment yakni 0,484 lebih besar dari r table product moment pada taraf signifikansi 1% 0,403 dengan N = 40. Dengan demikian ro > rt yang diperoleh dari hasil 0,484 > 0,403 dengan N = 40. Dengan demikian, hipotesa yang penulis ajukan dapat diterima bahwa ada pengaruh antara positif thinking ternadap kemampuan problem solving pada siswa kelas II Madrasah Aliyah Ma’arif Cepogo, Boyolali tahun 2010, yang mana diperoleh dari perhitungan product moment yaitu 0,484 yang

67

68

berada diatas tabel product moment pada taraf signifikansi 1 % = 0, 403 dengan N = 40.

B. Saran-saran Setelah penulis mengadakan penelitian di lokasi penelitian tersebut, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut: 1. Siswa. Diharapkan dengan adanya cara berpikir yang positif dapat mempersiapkan mental siswa dalam menghadapi sebuah permasalahan sehingga siswa tersebut dapat terhindar dari rasa frustasi dan putus asa. Dengan adanya positif thinking di harapkan siswa mampu menghadapi tantangan dan tetap bersemangat dalam mempersiapkan masa depan. 2. Guru. Guru sebagai seorang pendidik harus menanamkan cara berpikir positif bagi anak didiknya, agar mereka menjadi pribadi yang semangat dan pantang menyerah. Selain itu guru juga perlu memberikan motivasi kepada anak didiknya ketika mengalami kegagalan. Dengan pemberian motivasi yang rutin, siswa akan menjadi terbiasa berpikir positif.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1983 . Psikologi Umum. Surabaya: Bina Ilmu. Al- Uqshori, Yusuf, 2006. Hadapi Masalah Anda. Jakarta: Gema Insani Pers. Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. The Law Of Positive Thinking.Yogyakarta:: Gara Ilmu. Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek; Edisi Revisi IV. Jakarta : Rineka Cipta. Brainsford, D john dan Barry S. Stein, 1984. The Ideal Problem Solver. United States Of Amerika: W.H Freeman and Company. Chang, dan Richard Y. 2003. Step by Step Problem Solving. Jakarta : PPM. Darajat, Zakiyah. dkk. 1999. Dasar-dasar Agama Islam. Jakarta: Bulan Bintang. De bono, Edward. 2007. Revolusi Berpikir. Bandung : Kaifa Mizan Pustaka. _______________1990. Mengajar Berpikir. Jakarta: Erlangga. Eldem, Linda, Richard Paul, 2009, 25 Hari Menciptakan Pikiran Positif dan Menyenangkan, Yogyakarta : Think. Goleman, Daniel. 1996. Emotional Inteligence. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Gunarsa. 1981. Psikologi untuk Membimbing. Jakarta : Gunung Mulia. Hadi Sutrisno. 1981. Metodologi

raesearch 1. Yogyakarta : Yayasan

Penerbitan Fak Psikologi UGM. Peck, Scott. 2007. The Road Less Traveled; Psikologi Baru Pengembangan Diri. Yogyakarta : Pustaka Baca.

Peale, Norman Vincent. 1996. Berpikir Positif. Jakarta: Binarupa Aksara. Poerwadarminta, WJS, 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Walgito, Bimo, 1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi offset. www.multiply.com, 21 juli 2010. www.uinsuka.info, 21 juli 2010. Yeo, Antony. 1994. Konseling; Suatu Pendekatan Pemecahan Masalah. Jakarta: Gunung Mulia.

ANGKET

I. Identitas Responden Nama

:

Jenis Kelamin

:

II. Petunjuk Pengisian 1. Tulislah nama dan jenis kelamin 2. Berilah tanda silang pada jawaban a, b, atau c, yang sesuai dengan yang anda lakukan, anda alami, atau anda rasakan. 3. Jawablah dengan jujur, karena kerahasiaan jawaban anda terjamin.

III. Item pertanyaan tentang Positive Thinking . 1. Bagaimana sikap Anda jika Anda dihadapkan pada suatu permasalahan? a. Saya optimis bisa menghadapi dan menyelesaikan permasalahan itu dengan baik. b. Saya ragu, permasalahan tersebut bisa saya selesaikan dengan baik. c. Saya bingung dan frustasi dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. 2. Bagaimana kemampuan Anda dalam menyelesaikan tugas-tugas anda? a. Saya mampu dalam menyelesaikan tugas-tugas saya. b. Tergantung berat dan ringannya tugas tersebut. c. Saya tidak yakin mampu menyelesaikan tugas tersebut, baik itu tugas yang berat maupun ringan. 3. Bagaimana Anda memandang suatu permasalahan? a. Masalah adalah suatu hal yang harus dihadapi sebagai proses pendewasaan diri. b. Masalah adalah hal yang biasa biasa saja, semua orang pasti mengalaminya. c. Masalah adalah suatu beban yang merusak ketenangan hidup saya.

4. Apa yang Anda lakukan jika hal-hal yang negatif muncul dalam pikiran anda? a. Berusaha menghilangkannya dan mengalihkannya ke hal-hal yang positif b. Pikiran itu lama-kelamaan akan hilang sendiri, sehingga saya tidak perlu bersusah payah menghilangkannya. c. Membiarkan pikiran saya berimajinasi kemanapun arahnya. 5. Bagaimana perasaan Anda jika mendapatkan suatu kritikan? a. Saya senang, karena kritikan itu bersifat membangun bagi saya. b. Selama kritikan itu tidak menyinggung dan menyakiti hati saya, saya akan terima. c. Saya tidak suka menerima kritikan. 6. Bagaimana sikap Anda jika anda mengalami kegagalan? a. Bangkit kembali untuk meraih keberhasilan, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. b. Masalah adalah suatu hal yang wajar dialami semua manusia. c. Masalah adalah suatu beban yang sangat berat dalam hidup saya. 7. Bagaimana Anda memandang masa depan anda?? a. Optimis akan meraih masa depan yang cerah. b. Saya belum mempunyai pandangan bagaimana masa depan saya kelak. c. Saya pasrah, biarlah takdir yang menentukan. 8.

Bagaimana sikap Anda jika anda mendapat tantangan baru? a. Saya berani menerima tantangan itu karena akan menambah pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan saya. b. Saya lebih senang dengan kehidupan yang mulus tanpa ada tantangan. c. Bagi saya, tantangan hanya akan menyulitkan hidup saya.

9.

Bagaimana sikap Anda jika anda tidak lulus Ujian Nasional? a. Tetap sabar dan terus berusaha agar kegagalan tersebut tidak terulang kembali. b. Saya tidak terlalu memikirkan hal itu, karena masih ada ujian paket C.

c. Saya merasa sedih, kecewa dan malu, sehingga saya tidak berani keluar rumah. 10. Jika suatu saat Anda diuji oleh Allah dengan cobaan yang begitu berat, bagaimana sikap anda? a. Saya tetap tabah dan bersyukur, karena adanya cobaan itu, berarti Allah masih menyayangi saya. b. Sebagai seorang hamba Allah, wajar jika saya mengalami cobaan. c. Saya mengeluh, kenapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat bagi saya.

IV. Pertanyaan tentang problem solving.

1. Bagaimana cara Anda dalam mengambil suatu keputusan? a. Saya mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan. b. Saya mengikuti saran orang-orang terdekat saya. c. Saya membuat keputusan dengan terburu-buru, dari pada saya kebingungan. 2. Bagaimanakah jika Anda mengalami suatu kesulitan-kesulitan kecil? a. Kesulitan-kesulitan dengan mudah saya selesaikan. b. Saya membutuhkan bantuan orang lain dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan itu. c. Meskipun kesulitan-kesulitan itu kecil., saya masih berusaha keras untuk menyelesaikannya. 3. Apa yang Anda lakukan agar tidak timbul suatu masalah? a. Melakukan dan mengerjakan sesuatu dengan hati-hati dan sesuai dengan aturan. b. Tidak melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan yang menimbulkan masalah. c. Lebih baik saya tidak melakukan apa-apa, saya memilih mencari aman.

4. Dalam menyelesaikan suatu masalah, apakah Anda membutuhkan bantuan orang lain? a. Saya selalu berusaha sendiri dalam menghadapi masalah itu. b. Saya membutuhkan bantuan sahabat-sahabat saya. c. Saya pasrahkan kepada guru BK atau orang tua saya agar memberi solusi atas masalah yang saya hadapi. 5. Bagaimana cara Anda menemukan solusi permasalahan yang anda hadapi? a. Berdasarkan pemikiran dan pengalaman saya sendiri. b. Saya meminta pendapat kepada sahabat-sahabat saya. c. Saya meminta solusi dari guru BK atau orang tua saya. 6. Jika Anda dihadapkan pada pilihan-pilihan atas solusi masalah anda, manakah yang anda pilih? a. Saya selalu memilih yang terbaik bagi saya dan tidak merugikan bagi semua pihak yang terkait. b. Saya memilih solusi yang terbaik bagi diri saya sendiri. c. Bagi saya yang penting masalah cepat selesai, tak peduli apakah itu merugikan orang atau tidak. 7. kegiatan-kegiatan apa yang akan Anda lakukan untuk menyelesaikan suatu masalah? a. Meminta pendapat teman. b. Mengeluh pada guru BK atau orang tua saya. c. Saya menghindari masalah tersebut, dan berharap masalah itu hilang ditelan waktu. 8. Bagaimana cara Anda untuk membuat masalah yang berat terasa menjadi lebih ringan? a. Mengubah cara pandang saya bahwa masalah bukanlah suatu beban, dan mencoba rileks dalam menghadapi masalah tersebut. b. Meminta bantuan. c. Cuek terhadap masalah tersebut. 9. Jika Anda melakukan suatu kesalahan dan orang tua anda marah besar, sehingga mendiamkan anda, apa yang anda lakukan?

a. Melakukan introspeksi diri, memperbaiki dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi. b. Meminta maaf dan berharap orang tua memaafkan saya. c. Saya pergi dari rumah, karena saya merasa tidak berguna. 10. Apa yang Anda lakukan jika anda susah memahami suatu pelajaran? a. Segera menanyakan kepada guru atau teman yang lebih pintar. b. Diam saja, karena saya tidak berani bertanya pada guru. c. Tidur saja, sambil menunggu pelajaran usai.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

21 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 juli 1989, lahir seorang bayi mungil dari seorang wanita bernama Siti Asiyah. Arini Hidayati, nama yang yang akhirnya diberikan kepada bayi mungil itu yang tak lain adalah aku pada saat itu oleh oleh kedua orang tuaku Siti Asiyah dan Tanwirul Qulub, sebuah nama yang berarti sebuah do’a yang diharapkan akan membawa kebaikan untukku dan keluargaku. Di kota kecil nan bersih yang di juluki kota susu aku dilahirkan, ya, boyolali adalah kota kelahiranku, tempat aku dibesarkan , tempat ku menghabiskan masa kecilku dan masa sekolahku. Masa kecilku yang menyenangkan kuhabiskan di TK tarbiyatul Athfal di desaku sendiri sendiri tepatnya di Gunung Wijil. Tahun 1994 aku mulai masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Gunung Wijil dan lulus tahun 2000. Setelah itu itu aku mulai memasuki masa remajaku dan masuk di MTsN Cepogo yang letaknya juga tak jauh dari rumahku dan tamat pada tahun tahun 2003. Pendidikanku dari TK sampain MTs kutempuh di desaku sendiri. Tapi setelah menginjak ke sekolah mene menengah ngah atas, aku masuk ke Madrasah Aliyah Negeri Boyolali yang letaknya jauh dari rumahku. Dan akhirnya setelah aku tamat dari MAN tahun 2006, akupun harus mulai membiasakan diri hidup jauh dari orang tuaku, karena saat iu aku mulai kuliah di STAIN Salatiga, kota kecil yang berwarna karena banyak etnis yang terdapat disana. Banyak pengalaman yang kudapat selama aku kuliah di salatiga aku mulai mendapatkan banyak ilmu, teman,dan teman,dan keluarga barun saat aku di pertemukan dengan orangorang-yang yeng begitu baik di beber beberapa erapa organisasi yang aku ikuti.. ikuti.. aku mulai belajar halhal-hal baru selama aku kuliah. Dan insya Allah ilmu yang aku dapatkan akan berguna untukku sendiri dan untuk masyarakat, serta agama dan juga sebagai bekalku meniti masa depan yang cerah.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2022 KUDO.TIPS - All rights reserved.